Komunikasi, Esensi Penting Pelayanan Publik

  • 0
sumber foto : Imigrasi Cilacap

Komunikasi, Esensi Penting Pelayanan Publik

Category : Uncategorized

Komunikasi memiliki peran penting dalam pelaksanaan pelayanan publik, dari sekedar production house yaitu corong pencitraan instansi hingga counselling atau turut menentukan arah kebijakan. Demikian diungkapkan oleh Dr. Mite Setiansah, S.IP, M.Si, Kamis, (4/10) di hotel Atrium Cilacap dalam Diseminasi Komunikasi Publik bertajuk “Peningkatan Komunikasi dalam Pelayanan Publik bagi Petugas Pelayanan Keimigrasian”. Diseminasi ini diselenggarakan oleh Kantor Imigrasi Kelas II Cilacap dan mengundang seluruh Kantor Imigrasi (Kanim) di wilayah Jawa Tengah dan Kantor Imigrasi Kelas I Surakarta termasuk salah satu undangan yang turut hadir di dalamnya. Kepala Sub Seksi Komunikasi, Chairul Huda Ahmad, A.Md.Im., S.H., hadir mewakili Kanim Kelas I Surakarta.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Cilacap, Eben Rifqy Taufan, S.H., M.M., membuka Diseminasi

“Komunikasi”, lanjut Kepala Program Studi S1 Ilmu Komunikasi Universitas Jenderal Soedirman ini, “memiliki lima aspek keefektifan yang penting untuk diterapkan dalam pelayanan publik”. Aspek pertama yaitu respect, bentuk komunikasi yang hadir untuk menghormati masyarakat sebagai yang dilayani misalnya menyapa masyarakat yang hadir di kantor. Aspek kedua yaitu empathy adalah sikap untuk ikut merasakan apa yang orang lain rasakan, misalnya jika ada pemohon paspor yang rumahnya jauh dari kantor, perlu dipertimbangkan apakah layak jika memerintahkannya kembali ke rumah hanya untuk melengkapi persyaratan. Aspek ketiga adalah audible, yaitu komunikasi untuk membuat informasi publik sering diakses masyarakat, misalnya meningkatkan jumlah kunjungan web kantor. Aspek selanjutnya yaitu clarity berkaitan dengan kejelasan komunikasi agar masyarakat bisa menerima informasi publik dengan baik. Terakhir adalah humble, yaitu aspek rendah hati dalam melaksanakan komunikasi, aspek ini penting agar pejabat publik tidak terkesan arogan dan bisa merakyat dalam berinteraksi dengan publik.

Kepala Sub Seksi Komunikasi, Chairul Huda Ahmad, A.Md.Im., S.H., hadir mewakili Kanim Kelas I Surakarta.

Diseminasi yang bertujuan untuk menambah pengetahuan sebagai bentuk edukasi kepada petugas Imigrasi agar dapat berkomunikasi dengan baik secara internal maupun eksternal ini diikuti oleh antusias oleh seluruh peserta. Terbukti dari sesi tanya jawab interaktif yang dipenuhi oleh berbagai pertanyaan sehingga selesainya acara mundur hingga 30 menit. Salah satu pertanyaan yang muncul adalah bagaimana petugas-petugas yang terbiasa memiliki pembawaan bicara yang keras tetap bisa humble. Dr. Mite menjawab bahwa tidak ada kaitan antara logat yang keras dengan kerendahan hati, yang terpenting adalah bagaimana tetap menjaga isi pembicaraan agar tidak menyakiti hati orang yang diajak bicara.

 

Sesi foto bersama antara Peserta dan Narasumber, sumber foto : Seksi Forsakim Kanim Kelas II Cilacap


Leave a Reply