Imigrasi Tingkatkan Pengetahuan Keimigrasian Siswa SMK

  • 0

Imigrasi Tingkatkan Pengetahuan Keimigrasian Siswa SMK

Category : Berita Kantor

Seksi Teknologi Informasi dan Komunikasi Keimigrasian (Tikim) Kantor Imigrasi Kelas I TPI Surakarta kembali menggelar kegiatan sosialisasi bertajuk ‘Immigration Goes To School’. Rangkaian acara sosialisasi yang melibatkan siswa SMK N 6 Surakarta ini diadakan pada Senin, 19 November 2018 di Aula SMK N 6 Surakarta. Acara dimulai pada pukul 12.30 dan dibuka oleh perwakilan SMK N 6 Surakarta serta dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh Kepala Seksi Tikim Ibu Ramilah Hanum dan Kepala Subseksi Informasi Ibu Erni Belisa.

Kasi Tikim memberikan materi Sekilas Keimigrasian

Sosialisasi diawali dengan sambutan perwakilan SMKN 6 Surakarta yang mengapresiasi tentang jalinan kerja sama yang selama ini telah berjalan baik antara SMK N 6 Surakarta dengan Kantor Imigrasi Surakarta. Di antaranya adalah kerja sama kegiatan Praktik Kerja Lapangan (PKL) di Kantor Imigrasi Kelas I TPI Surakarta. Selain itu kurikulum jurusan Administrasi Perkantoran juga memiliki kaitan dengan keimigrasian dalam mata pelajaran Perjalanan Dinas.

Sosialisasi dilanjutkan dengan materi Sekilas Keimigrasian yang disampaikan oleh Kasi Tikim mengenai dasar hukum Keimigrasian yaitu UU nomor 6 Tahun 2011 dan PP nomor 31 tahun 2013. Kasi Tikim mengawali materinya dengan memaparkan tujuan dilaksanakannya acara ini sebagai diseminasi kepada masyarakat khususnya pelajar SMK N 6 Surakarta untuk memperoleh pengetahuan serta edukasi mengenai keimigrasian. Sehingga, para pelajar akan menjadi sosok yang cerdas, disiplin, dan melek informasi saat diharuskan berhubungan dengan keimigrasian di masa mendatang. Kasi Tikim kemudian menjelaskan mengenai kewenangan dan fungsi keimigrasian yaitu Imigrasi memiliki kewenangan untuk memberi izin, menolak serta melakukan pengawasan terhadap keberadaan dan segala hal terkait aktivitas orang asing. Kewenangan ini dimulai sejak kedatangannya di Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) baik bandara maupun pelabuhan. Kewenangan yang dimiliki oleh Imigrasi sangat erat kaitannya dengan implementasi kedaulatan negara. Pengawasan bertujuan untuk menghindari adanya tumpangan kepentingan dan pelanggaran serta kejahatan lainnya. Selain itu, Imigrasi juga memiliki fungsi pelayanan kepada WNI yaitu pembuatan Dokumen Perjalanan Republik Indonesia atau lebih dikenal sebagai paspor.

Salah seorang siswa mengajukan pertanyaan

Dalam kegiatan sosialisasi kali ini, Kasi Tikim juga menggarisbawahi berbagai permasalahan dan pelanggaran terkait keimigrasian. Salah satunya adalah banyaknya peran calo yang tidak bertanggungjawab dalam mengelabui masyarakat awam yang hendak membuat paspor khususnya untuk tujuan menjadi Tenaga Kerja Indonesia (TKI). Modus yang seringkali dilakukan adalah dengan memberikan keterangan palsu misalnya dengan mengubah usia pemohon paspor. Untuk itu, diharapkan masyarakat khususnya remaja usia produktif untuk cerdas dan tidak termakan bujuk rayu calo karena yang akan menanggung resiko adalah pemohon paspor itu sendiri. Pidana juga akan ditanggung jika pemohon memberi keterangan palsu, yaitu Undang-undang no 6 tahun 2011 pasal 126 dengan ancaman denda 500 juta atau kurungan 5 tahun penjara. Sementara bagi calon TKI yang tidak memiliki dokumen yang sesuai peraturan akan berakhir sebagai TKI nonprosedural dengan berbagai ancaman hukum yang akan menghadang di luar negeri.

Kasi Tikim menyerahkan kenang-kenangan kepada pengurus SMK N 6 Surakarta

Kegiatan Immigration Goes School ini diterima secara antusias oleh para peserta. Hal ini dibuktikan dengan penuhnya ruangan berkapasitas 60 orang peserta oleh siswa jurusan Administrasi Perkantoran. Selain itu, sesi tanya jawab yang diadakan di akhir acara juga diikuti secara aktif oleh para siswa. Dari 3 termin yang tersedia, kuota per termin sebanyak 2 orang terpenuhi seluruhnya. Sebagai penghargaan kepada setiap penanya diberikan cinderamata berupa gelas spesial.

Siswi penanya mendapatkan cinderamata

Foto bersama untuk menutup acara


Leave a Reply