Tingkatkan Kualitas Data Keimgrasian, Kasubdit Berikan Arahan

  • 0

Tingkatkan Kualitas Data Keimgrasian, Kasubdit Berikan Arahan

Suasana pengarahan oleh Kasubdit

Rabu (21/11), Kantor Imigrasi Kelas I TPI Surakarta menerima kedatangan Kepala Sub Direktorat (Kasubdit) Pengelolaan Data dan Laporan Direktorat Jenderal Imigrasi,  Feddy Mulyana Pasya, A.Md.Im., S.H. di Ruang Serba Guna. Kedatangan Kasubdit ini bertujuan untuk memberikan arahan mengenai Pengarahan Pengumpulan dan Pemanfaatan Data Keimigrasian. Kepala Kantor Imigrasi (Kakanim) Kelas I TPI Surakarta, Said Ismail, S.H.,MM. turut hadir langsung dalam pengarahan ini dan mendampingi Kasubdit di meja depan. Pengarahan yang dilangsungkan setelah jam pelayanan pada pukul 16.00 WIB ini dihadiri oleh seluruh pegawai Kanim Surakarta, termasuk petugas Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) Bandara Adi Soemarmo dan Unit Layanan Paspor (ULP) Solo Baru.

Kepala Sub Direktorat (Kasubdit) Pengelolaan Data dan Laporan Direktorat Jenderal Imigrasi,  Feddy Mulyana Pasya, A.Md.Im., S.H. memberikan arahan

Dalam pengarahan selama dua jam tersebut, Kasubdit menjelaskan bahwa Subdit yang dipimpinnya memiliki peran penting dalam penggunaan data untuk para pemangku kebijakan penegakan hukum di Indonesia. Dalam perannya untuk mengelola, melaporkan, dan mengawasi seluruh data keimigrasian serta membuat laporan dan analisis tentang seluruh data yang masuk inilah ditemukan beberapa tantangan yang harus dihadapi bersama oleh seluruh lini Direktorat Jenderal Imigrasi. Tantangan tersebut adalah peningkatan jumlah permohonan permintaan data dari Kementerian dan Lembaga (K/L) terkait, sudah terhubungnya Sistem Informasi Manajemen Keimigrasian (SIMKIM) dengan K/L terkait, serta kurangnya kualitas data Keimigrasian dan upaya peningkatan kualitasnya.

Para peserta serius menyimak pengarahan

Untuk mengatasi tantangan-tantangan tersebut, Kasubdit mengungkapkan bahwa Unit Pelaksana Teknis (UPT) seperti Kantor Imigrasi bisa berkontribusi dengan memasukkan data dan melaksanakan mekanisme yang benar sesuai aturan. Data yang salah adalah pangkal dari rendahnya kualitas data keimigrasian. Padahal data-data seperti data perlintasan di Tempat Pemeriksaan Imigasi, data izin tinggal orang asing, dan data penerbitan paspor RI dibutuhkan oleh K/L yang akan melaksakan penegakan hukum. Data perlintasan misalnya, dibutuhkan dalam pencegahan terorisme atau pidana lainnya hingga pencegahan pelanggar pajak. Sementara itu, data izin tinggal menjadi penting untuk mengetahui status orang asing terutama mereka yang berkaitan dengan pidana maupun untuk mengetahui secara pasti jumlah orang asing di Indonesia. Pengarahan ditutup dengan penegasan Kakanim kepada seluruh petugas agar lebih berhati-hati dan teliti saat memasukkan data dalam pekerjaannya sehari-hari.

Salah seorang pegawai mengajukan pertanyaan

 


Leave a Reply