Bela Negara dalam Revolusi Industri 4.0

  • 0

Bela Negara dalam Revolusi Industri 4.0

Category : Uncategorized

Saat ini Indonesia telah merampungkan peta jalan (roadmap) untuk menghadapi Revolusi Industri 4.0. Peta jalan ini bukan program mercusuar namun sebuah bentuk bela negara untuk mengakselerasi masyarakat menghadapi era disrupsi teknologi robotik.

Kakanim membacakan amanat Menkopolhukam

Demikian disampaikan oleh Kepala Kantor Imigrasi (Kakanim) Kelas I TPI Surakarta, Said Ismail, SH., MM. saat menyampaikan amanat Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) dalam Upacara Peringatan Hari Bela Negara tahun 2018 di halaman Kanim Surakarta, Rabu (19/12). Upacara ini dikomando oleh Kepala Sub Seksi Izin Tinggal Keimigrasian Ardian Pramastyo Putro, SH., M.Si. selaku komandan upacara dan dihadiri oleh seluruh pegawai.

Pembacaan Ikrar Bela Negara

Upacara Hari Bela Negara setiap 19 Desember merupakan peringatan terhadap keberanian MR Syafrudin Prawiranegara mendirikan Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) 70 tahun silam. Keberanian yang melampaui panggilan tugas beliau menjadi momentum bagi Indonesia untuk tetap berdiri tegak di tengah Agresi Militer Belanda.

Dirigen memimpin menyanyikan Mars Kemenkumham

Penetapan keberanian pembentukan PDRI sebagai momentum bela negara menunjukkan luasnya arti bela negara yang secara sempit kerap dimaknai sebagai wajib militer. Di era revolusi industri 4.0 ini, bela negara dapat dilakukan melalui beragam upaya dan profesi, misalnya para aparatur negara yang berjuang di pelosok tanah air untuk membuat negara hadir dalam melayani rakyatnya. Namun di era Revolusi Industri ini, upaya bela negara dalam arus disrupsi harus tetap berlandaskan pada nilai-nilai luhur bangsa. Selain itu diperlukan cara-cara yang inovatif serta adaptif agar para generasi muda yang kelak menjadi nakhoda bangsa mendapatkan ruang untuk mengekspresikan kecintaannya pada tanah air.

Suasana pelaksanaan upacara


Leave a Reply