KH Ahmad Yani Ingatkan Ziyadatul Khair Jelang Ramadhan

  • 0

KH Ahmad Yani Ingatkan Ziyadatul Khair Jelang Ramadhan

Category : Berita Kantor

Dalam rangka pembinaan kerohanian para pegawai mendekati bulan Ramadhan, Kantor Imigrasi Kelas I TPI Surakarta menggelar Siraman Rohani. Kegiatan yang dibuka langsung oleh Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Surakarta, Said Ismail, tersebut kembali diisi oleh pemateri KH Ahmad Yani.

Seluruh pegawai yang beragama Islam menghadiri Siraman Rohani yang diselenggarakan di masjid Ar-Rohman Kantor Imigrasi Kelas I TPI Surakarta pada Jumat (12/4). Kegiatan dimulai pukul 06.45 dan selesai pada 07.30 sehingga pelayanan kepada masyarakat tidak terganggu.

Dalam paparan selama 45 menit tersebut, KH Ahmad Yani mengajak hidup barokah untuk menyambut bulan Ramadhan yang akan segera datang. “Barokah adalah ziyadatul khair, hidup yang semakin baik” tegasnya. Untuk mencapai hidup yang lebih baik, beliau mengingatkan untuk tidak melakukan tiga hal dan mengamalkan tiga hal lainnya.

Tiga hal yang beliau ingatkan untuk tidak dilakukan adalah mencaci maki dan saling mencela, mencari-cari keburukan orang lain, dan berbicara yang tidak baik.  Peringatan untuk tidak saling mencaci maki dan mencela dengan panggilan yang buruk sudah Allah SWT firmankan dalam Surat Al-Hujurat ayat 11. KH Ahmad Yani menjelaskan bahwa orang yang tidak bertaubat dari cacian dan penghinaan tersebut, maka orang tersebut adalah dzalim meskipun rajin beribadah, karena pahala ibadahnya akan hilang dan diberikan kepada orang yang dihina. Perihal mencari-cari keburukan terkait dengan lisan yang sering menyampaikan fitnah kepada orang lain dan terkait dengan larangan ketiga yaitu lebih baik diam daripada berbicara yang buruk. Hal terakhir yang disinggung terkait dengan hoax yang akhir-akhir ini sering tersebar dengan mudah karena kecenderungan untuk berbicara buruk daripada diam. Padahal, fitnah lebih kejam daripada pembunuhan.

KH Ahmad Yani melanjutkan dengan tiga hal yang harus diamalkan yaitu qonaah, konsisten dalam kebaikan, dan jujur. Qonaah adalah sifat menerima atas apa yang telah Allah tetapkan. Sedangkan konsisten atau istiqomah dalam kebaikan penting karena hidup di dunia bersifat fana dan tidak abadi sehingga harus dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk bermanfaat bagi orang lain. Sebagai poin terakhir, jujur merupakan resep bagi hidup yang tenang karena tidak ada kekhawatiran terhadap kebohongan yang perlu ditutup-tutupi.


Leave a Reply