Dari Donohudan ke Tanah Suci, Kloter 1 Embarkasi Solo 2026 Dilepas dengan Pengawasan Terintegrasi

Boyolali — Suasana khidmat menyelimuti Asrama Haji Donohudan, Boyolali, saat Kloter 1 jemaah haji Embarkasi Solo Tahun 2026 resmi dilepas pada Rabu (21/4/2026) malam. Ratusan jemaah bersiap menapaki perjalanan spiritual menuju Tanah Suci, diiringi doa dan harapan dari keluarga serta jajaran pemerintah yang hadir.

Kegiatan pelepasan dihadiri oleh Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Jawa Tengah, Haryono Agus Setiawan, Kepala Kantor Imigrasi Surakarta, Bisri, serta unsur Forkopimda dan instansi terkait. Kehadiran lintas instansi ini menjadi gambaran kuatnya sinergi dalam mendukung kelancaran penyelenggaraan ibadah haji, khususnya dari sisi pelayanan dan pengawasan.

Tidak hanya terpusat di Asrama Haji, pengawasan keberangkatan juga berlanjut hingga ke Bandara Adi Soemarmo, sebagai titik akhir pemberangkatan jemaah menuju Arab Saudi. Di lokasi tersebut, jajaran Imigrasi turut melakukan koordinasi dengan petugas Imigrasi Arab Saudi yang mengelola layanan Makkah Route. Program ini memungkinkan proses pemeriksaan keimigrasian, termasuk verifikasi dokumen dan visa, dilakukan sejak di Indonesia sehingga jemaah dapat langsung melanjutkan perjalanan setibanya di Arab Saudi tanpa proses pemeriksaan tambahan yang memakan waktu.

Dalam penyelenggaraan haji tahun ini, Kantor Imigrasi Kelas I TPI Surakarta kembali bertugas memberikan pelayanan keimigrasian dengan menyiagakan 76 petugas yang terbagi dalam 6 regu (A–F). Para petugas tersebut akan bertugas di Asrama Haji Donohudan dan Bandara Adi Soemarmo untuk memastikan seluruh proses berjalan lancar. Selain layanan pemeriksaan keimigrasian, Imigrasi Surakarta juga menghadirkan inovasi berupa layanan penggantian paspor rusak dan endorsement nama yang dilakukan langsung di Asrama Haji, sehingga jemaah tidak perlu datang ke kantor imigrasi.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Surakarta, Bisri, menegaskan bahwa keterpaduan proses dari asrama hingga bandara menjadi kunci kelancaran keberangkatan jemaah. “Kami memastikan setiap tahapan berjalan optimal melalui sinergi lintas instansi, termasuk dukungan sistem Makkah Route yang mempermudah proses jemaah sejak dari tanah air. Sebagai perwujudan visi imigrasi untuk rakyat yang terus digaungkan oleh Hendarsam Marantoko selaku Direktur Jenderal Imigrasi, kami juga menyiapkan pelayanan maksimal selama 24 jam hingga selesainya penyelenggaraan ibadah haji pada 30 Juni,” ujarnya.

Dengan kesiapan yang matang dan dukungan berbagai pihak, keberangkatan Kloter 1 Embarkasi Solo tahun ini diharapkan menjadi awal yang baik bagi seluruh rangkaian penyelenggaraan ibadah haji 2026. Lebih dari sekadar perjalanan fisik, momen ini menjadi langkah awal menuju ibadah yang khusyuk, aman, dan penuh makna bagi para jemaah Indonesia.

Imigrasi Surakarta Kembali Gelar Layanan Paspor “Jaladara” di CFD Slamet Riyadi

Surakarta – Kantor Imigrasi Kelas I TPI Surakarta kembali melaksanakan layanan Paspor “Jaladara” (Jalan-Jalan beri Layanan Paspor di area Solo Raya) di kawasan Car Free Day (CFD) Jalan Slamet Riyadi Surakarta pada Minggu, 19 April 2026. Kegiatan ini merupakan kelanjutan dari pelaksanaan sebelumnya di Boyolali yang mendapat respons positif dari masyarakat.

Layanan Paspor Jaladara merupakan inovasi pelayanan keimigrasian yang diselenggarakan pada hari libur guna mendekatkan akses layanan kepada masyarakat. Melalui konsep pelayanan di ruang publik, masyarakat dapat dengan lebih mudah mengurus kebutuhan paspor tanpa harus datang langsung ke kantor pada hari kerja.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Surakarta, Bisri, menyampaikan bahwa keberlanjutan layanan ini merupakan bentuk komitmen dalam merespons kebutuhan masyarakat. “Melihat tingginya antusiasme masyarakat pada pelaksanaan sebelumnya di Boyolali, kami kembali menghadirkan layanan paspor di CFD agar semakin mudah dijangkau,” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut, Imigrasi Surakarta melayani berbagai jenis permohonan, meliputi pembuatan paspor baru, penggantian paspor karena habis masa berlaku atau halaman penuh, penggantian ke paspor elektronik (e-paspor), serta layanan informasi keimigrasian.

Tercatat sebanyak 25 pemohon berhasil dilayani dalam kegiatan ini, di samping masyarakat yang turut memanfaatkan layanan konsultasi dan informasi keimigrasian. Seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan lancar dan tertib, serta selesai sesuai jadwal pada pukul 09.00 WIB.

Melalui kegiatan Pelayanan Paspor Jaladara ini, Kantor Imigrasi Kelas I TPI Surakarta terus menegaskan komitmennya dalam menghadirkan pelayanan publik yang adaptif, mudah dijangkau, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

Imigrasi Surakarta Gelar Sosialisasi Penyelenggaraan Ibadah Haji 1447 H di Solo

The Sunan Hotel Solo menjadi lokasi pelaksanaan Sosialisasi Penyelenggaraan Ibadah Haji Tahun 1447 H/2026 M yang diselenggarakan oleh Kantor Imigrasi Kelas I TPI Surakarta pada Rabu (15/4/2026).

Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan terkait, antara lain Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah se-Solo Raya, perwakilan Bea Cukai, Balai Karantina, InJourney, serta Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) se-Solo Raya.

Sebelum acara dibuka secara resmi, Ketua Panitia yang juga menjabat sebagai Kepala Seksi Teknologi Informasi dan Komunikasi Keimigrasian (Kasi TIKIM), Komarudin, menyampaikan laporan kegiatan. Dalam laporannya, ia menjelaskan latar belakang, maksud, dan tujuan pelaksanaan sosialisasi, sekaligus menekankan pentingnya penguatan koordinasi serta kesiapan seluruh stakeholder dalam mendukung kelancaran penyelenggaraan ibadah haji tahun 1447 H/2026 M.

Kegiatan kemudian dibuka secara resmi oleh Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Surakarta, Bisri. Dalam sambutannya, ia menegaskan pentingnya sinergi antarinstansi, kesiapan teknis, serta peningkatan kualitas pelayanan kepada jemaah haji, khususnya dalam aspek keimigrasian sebagai salah satu pintu utama keberangkatan.

Pada sesi pemaparan materi, Kabid Dokumen Embarkasi Solo, M. Fahmi Basyuni, menyampaikan pentingnya ketepatan dan validitas dokumen jemaah sebagai syarat utama keberangkatan. Ia juga menjelaskan alur penerbitan visa, proses keberangkatan, serta penerapan pelayanan One Stop Service (OSS) di asrama haji.

Materi berikutnya disampaikan oleh Kepala Seksi Lalu Lintas Keimigrasian, Irmansyah Fatriadi. Dalam paparannya, ia menjelaskan mekanisme pemeriksaan keimigrasian pada embarkasi dan debarkasi haji di Bandara Adi Soemarmo, termasuk alur pemeriksaan paspor serta implementasi Makkah Route. Selain itu, ia juga menyoroti penggunaan aplikasi All Indonesia yang wajib diisi oleh jemaah sebagai bagian dari integrasi data keimigrasian, kesehatan, dan kepabeanan.

Setelah penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab. Para peserta secara aktif menyampaikan berbagai pertanyaan, masukan, serta potensi kendala yang mungkin dihadapi di lapangan. Diskusi berlangsung interaktif dan konstruktif, dengan tujuan menyamakan persepsi serta memperkuat koordinasi lintas instansi guna mendukung kelancaran penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026.

Melalui kegiatan ini, Kantor Imigrasi Kelas I TPI Surakarta berharap seluruh pihak terkait dapat semakin siap dan bersinergi dalam memberikan pelayanan terbaik bagi jemaah haji Indonesia.

Imigrasi Surakarta Melaksanakan kegiatan Operasi Pengawasan Keimigrasian dengan sandi “Wirawaspada Serentak” di Kabupaten Boyolali dan Klaten

Surakarta – Kantor Imigrasi Kelas I TPI Surakarta melalui Tim Intelijen dan Penindakan Keimigrasian melaksanakan Operasi Pengawasan Keimigrasian dengan kendali Direktorat Jenderal Imigrasi bertajuk “Wirawaspada Serentak” pada April 2026 di dua lokasi berbeda, yakni di Kabupaten Boyolali dan Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.

Kegiatan pertama dilaksanakan pada Rabu (8/4/2026) di PT. Bengawan Solo Garment Indonesia, Kabupaten Boyolali. Selanjutnya, operasi dilanjutkan pada Jumat (10/4/2026) di PT. Majuel yang berlokasi di Kabupaten Klaten. Seluruh rangkaian kegiatan diawali dengan apel dan briefing yang dipimpin oleh Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Surakarta, Bisri, sebelum tim diterjunkan ke lokasi.

Dalam pelaksanaannya, tim melakukan koordinasi dengan pihak manajemen perusahaan serta melaksanakan pemeriksaan terhadap dokumen keimigrasian dan aktivitas tenaga kerja asing (TKA). Di PT. Bengawan Solo Garment Indonesia, terdapat 7 (tujuh) TKA berkewarganegaraan Jepang, sementara di PT. Majuel terdapat 6 (enam) TKA yang terdiri dari 2 (dua) warga negara Korea Selatan dan 4 (empat) warga negara Sri Lanka.

Seluruh TKA yang diperiksa diketahui memiliki dokumen keimigrasian yang sah dan masih berlaku, baik berupa Izin Tinggal Terbatas (ITAS) maupun Izin Tinggal Tetap (ITAP), serta bekerja sesuai dengan sponsor perusahaan masing-masing. Petugas juga melakukan wawancara singkat untuk memastikan kesesuaian data serta melakukan pengecekan langsung di area perusahaan.

Dari hasil keseluruhan operasi di kedua lokasi, tidak ditemukan adanya pelanggaran keimigrasian. Selain itu, petugas juga tidak menemukan keberadaan orang asing lain di luar data yang telah dilaporkan oleh pihak perusahaan.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Surakarta menegaskan bahwa kegiatan pengawasan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan dalam menjaga ketertiban dan kepatuhan terhadap peraturan keimigrasian.

“Operasi pengawasan ini kami lakukan secara rutin dan terukur untuk memastikan bahwa setiap orang asing yang berada dan bekerja di wilayah kami telah sesuai dengan ketentuan yang berlaku, sekaligus sebagai langkah preventif dalam mencegah potensi pelanggaran keimigrasian,” ujarnya.

Kantor Imigrasi Kelas I TPI Surakarta juga mengimbau kepada seluruh perusahaan pengguna tenaga kerja asing untuk senantiasa mematuhi peraturan perundang-undangan di bidang keimigrasian serta aktif melaporkan keberadaan dan kegiatan orang asing.

Melalui kegiatan “Wirawaspada Serentak” ini, diharapkan tercipta lingkungan kerja yang tertib administrasi serta mendukung iklim investasi yang sehat dan berkelanjutan di wilayah Solo Raya.

Imigrasi Jaladara Hadir di CFD Boyolali, Permudah Layanan Paspor bagi Masyarakat

Boyolali – Dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan publik dan mendekatkan layanan kepada masyarakat, Kantor Imigrasi Kelas I TPI Surakarta kembali melaksanakan inovasi layanan bertajuk Jalan-Jalan Beri Layanan Paspor di Area Solo Raya (JALADARA) di kawasan Car Free Day (CFD) Kabupaten Boyolali.

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari arahan Direktur Jenderal Imigrasi dalam upaya menghadirkan pelayanan yang lebih mudah diakses, cepat, dan inovatif. Dengan memanfaatkan Mobil Layanan Paspor, masyarakat dapat mengurus paspor tanpa harus datang langsung ke kantor imigrasi.

Adapun layanan yang diberikan dalam kegiatan ini meliputi permohonan paspor baru, penggantian paspor karena habis masa berlaku, halaman penuh, maupun penggantian jenis paspor. Seluruh pemohon sebelumnya telah melakukan pendaftaran melalui aplikasi M-Paspor.

Pada pelaksanaan kegiatan di CFD Boyolali ini, tercatat sebanyak 21 permohonan paspor berhasil dilayani. Antusiasme masyarakat terlihat tinggi dalam memanfaatkan layanan yang hadir langsung di ruang publik tersebut.
Melalui inovasi JALADARA ini, Kantor Imigrasi Surakarta berkomitmen untuk terus menghadirkan pelayanan yang prima, adaptif, dan semakin dekat dengan masyarakat.

Imigrasi Surakarta Berikan Edukasi Keimigrasian pada Orientasi Mahasiswa Asing UMS

Surakarta — Kantor Imigrasi Kelas I TPI Surakarta turut berpartisipasi dalam kegiatan Program Penyambutan dan Orientasi Mahasiswa Asing Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) pada Kamis (9/4/2026) di Gedung Pascasarjana Kampus 2 UMS.

Dalam kegiatan tersebut, Imigrasi Surakarta hadir sebagai narasumber untuk memberikan pemahaman kepada mahasiswa asing terkait aturan dan ketentuan keimigrasian selama berada di Indonesia. Materi disampaikan oleh Kasubsi Izin Tinggal Keimigrasian, Syafitri Rinjani, yang menjelaskan kewajiban, hak, serta potensi pelanggaran keimigrasian yang perlu dihindari oleh mahasiswa asing.

Kegiatan yang dibuka oleh Rektor UMS, Prof. Dr. Harun Joko Prayitno, ini juga dihadiri oleh civitas akademika serta perwakilan instansi terkait, seperti Polresta Surakarta dan Polres Sukoharjo, sebagai bentuk sinergi dalam mendukung keberadaan mahasiswa asing di Indonesia.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Surakarta, Bisri, menyampaikan bahwa edukasi keimigrasian sejak awal menjadi langkah penting dalam mencegah pelanggaran. “Kami ingin memastikan bahwa mahasiswa asing memahami aturan keimigrasian sejak awal kedatangannya. Dengan pemahaman yang baik, diharapkan mereka dapat menjalani studi dengan tertib serta terhindar dari pelanggaran keimigrasian,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, diharapkan mahasiswa asing yang akan menempuh pendidikan di UMS dapat memahami dan mematuhi peraturan keimigrasian yang berlaku, sehingga dapat menjalani studi dengan aman dan sesuai ketentuan hukum di Indonesia.

Imigrasi Surakarta Gelar Sosialisasi Kebijakan GCI dan Golden Visa

Surakarta, 9 April 2026 — Kantor Imigrasi Kelas I TPI Surakarta menggelar sosialisasi kebijakan keimigrasian terbaru bertajuk Global Citizen of Indonesia (GCI) dan Golden Visa, Kamis (9/4). Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari Direktorat Jenderal Imigrasi, Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan.

Kegiatan yang diikuti oleh perwakilan perusahaan, pelaku usaha, serta pasangan perkawinan campuran yang memiliki perhatian terhadap isu keimigrasian ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat dan pemangku kepentingan mengenai arah kebijakan keimigrasian Indonesia di tengah dinamika global, sekaligus memperkuat kualitas pelayanan publik dan transparansi informasi.

Dalam paparannya, narasumber menjelaskan bahwa kebijakan Global Citizen of Indonesia (GCI) merupakan inovasi untuk memfasilitasi diaspora, eks Warga Negara Indonesia (WNI), serta keturunannya agar dapat kembali menetap dan berkontribusi di Indonesia tanpa harus melepaskan kewarganegaraan asingnya. Kebijakan ini memberikan izin tinggal tetap tanpa batas waktu bagi warga negara asing (WNA) yang memiliki keterikatan kuat dengan Indonesia, baik melalui hubungan darah, kekerabatan, historis, maupun hubungan lainnya.

Adapun pihak yang dapat mengajukan GCI meliputi eks WNI, keturunan eks WNI hingga derajat kedua, pasangan sah WNI atau eks WNI, serta anak dari perkawinan campuran. Namun demikian, kebijakan ini tidak berlaku bagi WNA yang berasal dari negara bekas wilayah Indonesia, terlibat dalam kegiatan separatisme, maupun memiliki latar belakang sebagai aparatur sipil, intelijen, atau militer asing.

Selain GCI, sosialisasi juga membahas kebijakan Golden Visa, yakni pemberian kemudahan izin tinggal bagi WNA yang dinilai memiliki kontribusi signifikan bagi Indonesia, baik dalam bentuk investasi, keahlian, maupun potensi ekonomi lainnya. Kebijakan ini diharapkan mampu menarik investor dan talenta global guna mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Jawa Tengah, Haryono Agus Setiawan, dalam sambutannya menyampaikan bahwa sosialisasi ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman peserta terhadap kebijakan keimigrasian yang berlaku.

“Melalui kegiatan ini, diharapkan para peserta dapat memahami kebijakan Global Citizen of Indonesia dan Golden Visa secara komprehensif serta turut mendukung terimplementasinya program tersebut,” ujarnya sebelum membuka acara secara resmi.

Pemerintah berharap kebijakan keimigrasian Indonesia semakin dikenal luas serta mampu memberikan manfaat optimal dalam mendukung pembangunan nasional dan memperkuat posisi Indonesia di tingkat global.

Imigrasi Surakarta Perkuat Pengawasan Orang Asing Melalui Rapat Timpora dan Operasi Gabungan

Surakarta – Kantor Imigrasi Kelas I TPI Surakarta melaksanakan Rapat Koordinasi Tim Pengawasan Orang Asing (Timpora) tingkat Kota Surakarta pada Senin (6/4/2026) di The Sunan Hotel Surakarta, yang dilanjutkan dengan Operasi Gabungan (Osgab) Pengawasan Orang Asing pada Selasa (7/4/2026) di wilayah Kota Surakarta.

Rapat Timpora dihadiri oleh 26 peserta yang terdiri dari unsur TNI, Polri, pemerintah daerah, kejaksaan, pengadilan, serta instansi terkait lainnya. Dalam kegiatan tersebut dibahas berbagai isu strategis keimigrasian, termasuk potensi kerawanan, pola pelanggaran orang asing, serta pentingnya sinergi antarinstansi dalam menjaga kedaulatan negara dari penyalahgunaan izin tinggal.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Surakarta, Bisri, dalam sambutannya menekankan pentingnya koordinasi lintas sektor dalam pengawasan orang asing. “Sinergi antarinstansi melalui Timpora menjadi kunci dalam memastikan pengawasan orang asing berjalan efektif, sehingga potensi pelanggaran dapat dicegah sejak dini,” ujarnya.

Sebagai tindak lanjut, Kantor Imigrasi Surakarta bersama instansi terkait melaksanakan Operasi Gabungan (Osgab) dengan sasaran Asrama Mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS). Kegiatan diawali dengan briefing di Kesbangpol Kota Surakarta, kemudian dilanjutkan dengan pemeriksaan lapangan terhadap dokumen keimigrasian serta aktivitas mahasiswa asing.

Dalam pelaksanaan operasi tersebut, tim melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap keberadaan dan kelengkapan dokumen mahasiswa asing. Hasilnya, tidak ditemukan adanya pelanggaran keimigrasian maupun pelanggaran lainnya, sehingga situasi dinilai aman dan tertib.

Melalui rangkaian kegiatan ini, Kantor Imigrasi Kelas I TPI Surakarta menegaskan komitmennya dalam memperkuat pengawasan orang asing melalui kolaborasi lintas sektor, guna menjaga ketertiban, keamanan, serta kedaulatan negara di wilayah Kota Surakarta.

Hasil Survei Kepuasan Masyarakat bulan Maret 2026

Dalam rangka mewujudkan Zona Integritas menuju Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM), Kantor Imigrasi Kelas I TPI Surakarta secara rutin melaksanakan Survei Kepuasan Masyarakat dan Survei Persepsi Anti Korupsi setiap bulannya.

Hasil Survei Maret 2026 mencatatkan capaian yang sangat baik (skala 100):
-Nilai SPKP: 97.06 (kategori Sangat Baik)
-Nilai SPAK: 98.38 (kategori Sangat Baik)
Berdasarkan penilaian dari 722 orang responden, pelayanan keimigrasian dinilai semakin profesional, akuntabel, dan berintegritas!

Terima kasih atas kepercayaan dan partisipasi Sahabat Mido
Masukan dari kamu akan terus menjadi bahan evaluasi kami untuk meningkatkan kualitas layanan keimigrasian.

JALADARA PERDANA DI CFD KLATEN DISAMBUT ANTUSIASME TINGGI, KUOTA LANGSUNG HABIS TERBOOKING

Klaten – Kantor Imigrasi Kelas I TPI Surakarta kembali melaksanakan kegiatan Layanan JALADARA (Jalan-jalan Beri Layanan Paspor di Area Solo Raya) di kawasan Car Free Day (CFD) Kabupaten Klaten, Jalan Pemuda, pada Minggu (5/4/2026). Kegiatan ini menjadi pelaksanaan pertama layanan paspor yang hadir langsung di CFD Klaten.

Antusiasme masyarakat terlihat tinggi sejak awal dibukanya pendaftaran. Kuota layanan yang dibuka hanya dalam waktu tiga hari langsung habis terbooking melalui aplikasi M-Paspor, menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap layanan keimigrasian yang lebih dekat dan mudah dijangkau.

Pelayanan yang diberikan meliputi permohonan paspor baru serta penggantian paspor karena habis masa berlaku, halaman penuh, maupun perubahan jenis paspor. Dalam pelaksanaannya, layanan JALADARA menggunakan mobil layanan paspor dari Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan sebagai sarana layanan jemput bola kepada masyarakat.

Pada kegiatan tersebut, tercatat sebanyak 27 permohonan paspor berhasil dilayani. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung sejak pukul 06.00 WIB hingga 09.00 WIB dan berjalan dengan lancar tanpa kendala.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Surakarta, Bisri, menyampaikan bahwa kehadiran layanan JALADARA di CFD Klaten menjadi langkah nyata dalam memperluas jangkauan pelayanan.
“Ini merupakan pertama kalinya layanan paspor hadir di CFD Klaten, dan kami melihat antusiasme masyarakat sangat tinggi, bahkan kuota yang dibuka langsung habis dalam waktu singkat. Hal ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus menghadirkan layanan yang semakin dekat, mudah diakses, dan dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, Kantor Imigrasi Surakarta terus berkomitmen menghadirkan inovasi pelayanan publik yang semakin dekat, mudah dijangkau, serta memberikan kemudahan nyata bagi masyarakat di wilayah Solo Raya.