Berita terkini tentang Kantor Imigrasi Kelas I TPI Surakarta

Wilayah Bebas Korupsi (WBK) merupakan komitmen bersama sebuah satuan kerja, bukan hanya sebatas para pimpinannya. Oleh karena itu, dalam rangka mengedukasi dan merangkul seluruh lapisan pegawai, Kantor Imigrasi Kelas I TPI Surakarta menggelar rapat pengarahan dan sosialisasi WBK yang diikuti oleh seluruh pegawai.

Dalam rapat yang diadakan di Aula Kantor, Senin (29/4), seluruh pegawai termasuk pegawai non-PNS dihadirkan untuk mendapat pengarahan dari Kepala Seksi Lalu Lintas Keimigrasian, Winarko, yang telah berpengalaman dengan WBK di kantor sebelumnya yaitu Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Blitar.

Sejumlah materi disampaikan dalam rapat yang dilaksanakan selepas jam pelayanan ini. Mulai dari dasar-dasar WBK, inovasi yang akan dilakukan, hingga keberhasilan WBK yang telah diraih oleh Kantor Imigrasi lainnya.Melalui rapat ini, diharapkan seluruh pegawai memiliki pengetahuan dan komitmen bersama yang lebih baik untuk menyukseskan WBK.

Selamat siang sobat Mido!

Perlu kalian ketahui bahwa saat ini Kantor Imigrasi Kelas I TPI Surakarta tengah mencanangkan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK).

Zona Integritas merupakan predikat yang diberikan kepada suatu satuan kerja yang memiliki komitmen untuk mewujudkan Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK). WBK sendiri dapat diraih dengan memenuhi program Manajemen Perubahan, Penataan Tata Laksana, Penataan Sistem Manajemen SDM, Penguatan Pengawasan, dan Penguatan Akuntabilitas Kinerja sesuai Permenpan 52/2014.

Melalui WBK, Kantor Imigrasi Surakarta diharapkan menjadi sebuah satuan kerja berkualitas dengan nilai Indeks Kepuasan Masyarakat dan Indeks Persepsi Korupsi yang sangat baik.

Oleh karena itu, mari dukung ZI WBK dengan stop korupsi, stop pungli, dan stop gratifikasi!

Apabila menemukan praktek tersebut, sobat Mido dapat melaporkan melalui telepon di (0271)-718479, SMS dan WA di nomor 08112696999, atau e-mail di imigrasi.ska@gmail.com

Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Blitar merupakan salah satu Kantor Imigrasi (Kanim) yang berhasil meraih predikat sebagai Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) pada tahun 2018. Keberhasilan tersebut membuat Kanim Blitar menjadi rujukan banyak instansi yang berusaha meraih predikat WBK, termasuk Kantor Imigrasi Kelas I TPI Surakarta.

Dalam usaha meraih predikat WBK, Kanim Surakarta melaksanakan studi tiru ke Kanim Blitar pada Senin (15/4).  Dipimpin langsung oleh Kepala Kantor Imigrasi (Kakanim), Said Ismail, rombongan menempuh perjalanan 3,5 jam dari Surakarta dan diterima langsung oleh Kakanim Blitar, Muhammad Arkam beserta para pejabat struktural dan pegawai.

Untuk lebih mendalami terkait keberhasilan Kanim Blitar meraih predikat WBK, studi tiru tidak hanya berisi kunjungan semata. Selama satu hari kerja, Kanim Surakarta mendapatkan pemaparan langsung dari Kakanim Blitar tentang tips dan trik meraih WBK, sesi diskusi antar pejabat dan pegawai, serta tur kantor untuk mengetahui fasilitas dan kualitas layanan yang mengantarkan Kanim Blitar meraih WBK.

Dalam kunjungan tersebut, didapatkan sejumlah fakta terkait keberhasilan Kanim Blitar meraih WBK. Mulai dari komitmen kuat Kakanim Blitar untuk mengawal WBK, inovasi tiada henti yang berkelanjutan, serta komitmen kuat dari masing-masing pegawai. Selain itu, layanan maksimal yang diberikan juga turut mendukung persepsi positif masyarakat. Seperti penyediaan kacamata baca, kursi prioritas, duta layanan dan pengawas internal, hingga layanan pembayaran via Kantor Pos di kantor.

Setelah menerima kunjungan kerja dari Kepala Kantor Wilayah dua hari sebelumnya, Kantor Imigrasi (Kanim) Kelas I TPI Surakarta kembali menerima kunjungan kerja dari Kantor Wilayah Kemenkumham Jawa Tengah. Dalam rangka pelaksanaan program kerja Divisi Keimigrasian, Kepala Divisi Keimigrasian (Kadivim) Ramli HS hadir dalam sesi pengarahan yang berlangsung di Aula Serba Guna pada Jumat (12/4).

Sosialisasi yang dimulai pukul 10.00 tersebut dibuka oleh Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Surakarta, Said Ismail. Pengarahan yang diberikan terkait pemenuhan target kinerja, pelaksanaan  Zona Integritas (ZI) menuju Wilayah Bebas Korupsi (WBK), dan sikap menjelang masa pilpres tersebut disampaikan selama 90 menit.

Paparan tersebut merupakan bagian dari kunjungan terkait program kerja divisi keimigrasian yaitu kunjungan pembinaan terkait teknis keimigrasian maupun administratif (keuangan dan sumber daya manusia). Dalam fokus pembahasan evaluasi realisasi penyerapan anggaran, Kadivim mengharapkan setiap kepala seksi mengawal dalam penggunaan anggaran masing-masing. Kepala TU juga diharapkan mengingatkan setiap kepala seksi untuk melaksanakan program yang sudah dibuat.

Dalam paparan terpisah oleh salah seorang staf Divim terkait penyerapan anggaran, Divim memuji penyerapan anggaran Kantor Imigrasi Surakarta yang sudah baik pada tahun lalu sebanyak 94 persen. Namun untuk tahun ini diharapkan kerja kerasnya karena target penyerapan anggaran Kemenkumham yang tinggi yaitu 99,9 persen.

Dalam bahasan ZI, Kanim diharapkan mampu mengimplementasikan studi tiru yang sudah dilakukan di Kanim Denpasar melalui peningkatan pelayanan. Karena core bussiness Kantor Imigrasi saat ini adalah kualitas pelayanan. Selain itu, setiap Kanim diminta kerja samanya untuk membangun aplikasi portal data bernama Immigration Strategic Information System. Aplikasi mampu mengawasi kegiatan pelaksanaan tugas dan fungsi pelayanan keimigrasian. Aplikasi tersebut dapat menyajikan data implementasi kegiatan UPT secara realtime. Bagi tiap UPT ditunjuk satu petugas yang bertugas untuk menginput data secara real-time.

Dalam penutup paparan melalui pembahasan sikap menjelang pemilihan umum, sebagaimana yang disampaikan Kakanwil dalam kunjungan kerja sebelumnya, Kadivim mengharapkan ASN untuk netral dan tidak berkampanye demi menjaga profesionalitas dan keutuhan bangsa.

Dalam rangka pembinaan kerohanian para pegawai mendekati bulan Ramadhan, Kantor Imigrasi Kelas I TPI Surakarta menggelar Siraman Rohani. Kegiatan yang dibuka langsung oleh Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Surakarta, Said Ismail, tersebut kembali diisi oleh pemateri KH Ahmad Yani.

Seluruh pegawai yang beragama Islam menghadiri Siraman Rohani yang diselenggarakan di masjid Ar-Rohman Kantor Imigrasi Kelas I TPI Surakarta pada Jumat (12/4). Kegiatan dimulai pukul 06.45 dan selesai pada 07.30 sehingga pelayanan kepada masyarakat tidak terganggu.

Dalam paparan selama 45 menit tersebut, KH Ahmad Yani mengajak hidup barokah untuk menyambut bulan Ramadhan yang akan segera datang. “Barokah adalah ziyadatul khair, hidup yang semakin baik” tegasnya. Untuk mencapai hidup yang lebih baik, beliau mengingatkan untuk tidak melakukan tiga hal dan mengamalkan tiga hal lainnya.

Tiga hal yang beliau ingatkan untuk tidak dilakukan adalah mencaci maki dan saling mencela, mencari-cari keburukan orang lain, dan berbicara yang tidak baik.  Peringatan untuk tidak saling mencaci maki dan mencela dengan panggilan yang buruk sudah Allah SWT firmankan dalam Surat Al-Hujurat ayat 11. KH Ahmad Yani menjelaskan bahwa orang yang tidak bertaubat dari cacian dan penghinaan tersebut, maka orang tersebut adalah dzalim meskipun rajin beribadah, karena pahala ibadahnya akan hilang dan diberikan kepada orang yang dihina. Perihal mencari-cari keburukan terkait dengan lisan yang sering menyampaikan fitnah kepada orang lain dan terkait dengan larangan ketiga yaitu lebih baik diam daripada berbicara yang buruk. Hal terakhir yang disinggung terkait dengan hoax yang akhir-akhir ini sering tersebar dengan mudah karena kecenderungan untuk berbicara buruk daripada diam. Padahal, fitnah lebih kejam daripada pembunuhan.

KH Ahmad Yani melanjutkan dengan tiga hal yang harus diamalkan yaitu qonaah, konsisten dalam kebaikan, dan jujur. Qonaah adalah sifat menerima atas apa yang telah Allah tetapkan. Sedangkan konsisten atau istiqomah dalam kebaikan penting karena hidup di dunia bersifat fana dan tidak abadi sehingga harus dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk bermanfaat bagi orang lain. Sebagai poin terakhir, jujur merupakan resep bagi hidup yang tenang karena tidak ada kekhawatiran terhadap kebohongan yang perlu ditutup-tutupi.

Kantor Imigrasi Kelas I TPI Surakarta mendapatkan tamu istimewa pada Rabu (10/4) pagi. Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Hukum dan Hak Asasi Jawa Tengah, Sutrisman, hadir dalam rangka kunjungan kerja dan memberikan pengarahan bagi seluruh pegawai.

Dalam pengarahan yang dilaksanakan di ruang Aula pada pukul 08.00 tersebut, seluruh pegawai yang tidak bertugas di pelayanan masyarakat hadir untuk mendapatkan arahan. Kakanwil sendiri diterima langsung dan didampingi oleh Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Surakarta, Said Ismail.

Melalui arahan singkat selama 30 menit, Kakanwil menekankan agar para pegawai, mulai dari pimpinan hingga pegawai dan karyawan, dapat menjadi suri teladan (role model) bagi orang lain. Perintah ini terkait dua isu yang saat ini tengah dihadapi oleh Kantor Imigrasi Surakarta yaitu pencanangan Zona Integritas WBK/WBBM dan Pemilu 2019.

Sebagai suri teladan terkait Zona Integritas, seorang pegawai harus bisa memberikan pelayanan yang memuaskan masyarakat sekaligus menegakkan aturan. “Masyarakat puas dengan pelayanan yang menabrak aturan, misalnya di Pemasyarakatan diperbolehkan menjenguk pada hari Minggu, ini kan salah”  ucap Kakanwil mengutip aturan bahwa warga binaan pemasyarakatan dilarang mendapatkan kunjungan pada hari Minggu.

Sementara itu terkait Pemilu, Kakanwil mengingatkan terkait netralitas para aparatur sipil negara sebagai contoh bagi masyarakat. Netralitas yang ditunjukkan adalah tidak menampilkan dukungan politis serta menghindari saling ejek pilihan politik namun tetap memilih dan tidak golput.

Selamat sore sobat Mido!

Mulai hari ini, ada yang baru di ruang pelayanan lho!

Apabila Sobat Mido membutuhkan bantuan informasi selama berada di Kantor Imigrasi Kelas I TPI Surakarta, Sobat Mido dapat menemui petugas Piket Layanan yang bersiaga di ruang pelayanan paspor. Petugas piket menggunakan selempang dan bivak yang memudahkan Sobat Mido untuk menemukannya.

Tidak hanya informasi terkait paspor, jika sobat Mido membutuhkan petunjuk arah menuju ruangan tertentu atau informasi keimigrasian lainnya, petugas piket siap memberikan jawaban atau arahan.

Jadi, jangan ragu untuk selalu bertanya kepada petugas piket ya sobat Mido!

Selamat sore sobat Mido!

Melalui pemberitahuan ini kami mengumumkan bahwa selama bulan April Kantor Imigrasi Kelas I TPI Surakarta menjalani peningkatan Sistem Informasi Manajemen Keimigrasian (SIMKIM) menjadi versi terbaru.

Peningkatan sistem ini akan berdampak pada perlambatan akses selama pelaksanaan. Akses layanan yang mengalami hambatan adalah :

  • Penerbitan Paspor WNI
  • Izin tinggal WNA
  • Pemeriksaan Keimigrasian di Bandara Adi Soemarmo

Mido menyarankan agar selama bulan April, sobat Mido dapat melakukan pengurusan keimigrasian lebih awal untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Hambatan yang terjadi dapat menyebabkan layanan tidak selesai tepat waktu, misalnya paspor yang selesai di atas 3 hari kerja atau izin tinggal yang terlambat terbit.

Atas gangguan yang terjadi, kami memohon maaf yang sebesar-besarnya dan berterima kasih atas pengertian sobat Mido.

 

Selamat siang sobat Mido!

Kembali bersama #infoselasa, tentu kalian yang sudah menggunakan aplikasi Layanan Paspor Online tahu bahwa kantor imigrasi yang tersedia hanya yang berada di provinsi yang sama dengan tempat kalian berada.

Hal ini disebabkan karena aplikasi yang berjalan di platform Android dan iOs tersebut berbasis GPS sehingga otomatis mendeteksi kantor imigrasi di provinsi yang sama. Lalu bagaimana jika sobat Mido membutuhkan layanan paspor di luar provinsi?

Sobat Mido tidak perlu khawatir, silahkan menggunakan layanan web antrian.imigrasi.go.id yang dapat diakses dengan mudah via laptop/komputer. Layanan web tersebut tidak berbasis GPS sehingga dapat menampilkan seluruh kantor Imigrasi.

Bagi Sobat Mido yang sudah mendaftarkan akun di aplikasi, mohon menggunakan akunnya di layanan web ini ya!

Kamis (4/4), bertempat di Aula Lantai 3 Kanwil Kementerian Hukum dan HAM Jawa Tengah, diselenggarakan kegiatan Pendampingan Kompetensi Kinerja Jabatan Fungsional Analis Keimigrasian dan Pemeriksa Keimigrasian se-Jawa Tengah T.A 2019. Peserta kegiatan dari Kantor Imigrasi Kelas I TPI Surakarta berjumlah 9 (sembilan) pegawai, terdiri dari 7 (tujuh) pegawai yang merupakan Analis Keimigrasian Pertama, didampingi oleh Kepala Seksi Lalu Lintas Keimigrasian selaku Pelaksana Harian (Plh.) Kepala Kantor, Winarko, dan Kepala Subbagian Tata Usaha, Dra. Agus Djatty Krisnawati.

Pendampingan tersebut dibuka oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Jawa Tengah, Sutrisman. Dalam sambutannya, Sutrisman menyampaikan bahwa pengembangan karier Jabatan Fungsional merupakan salah satu pilar dalam mengembangkan Aparatur Sipil Negara (ASN) dimasa yang akan datang. Termasuk dalam Jabatan Fungsional diantaranya adalah Analis Keimigrasian dan Pemeriksa Keimigrasian. Jabatan  Analis Keimigrasian dan Pemeriksa Keimigrasian berperan dalam pengindentifikasian dan penelaahan berbagai objek terkait keimigrasian.

Pendampingan ini membahas Permenpan-RB nomor 47 dan Nomor 48 tahun 2018. Pembahasan dipaparkan oleh dua orang narasumber yaitu Analis Keimigrasian Utama di Direktorat Jenderal Imigrasi yaitu Lilik Bambang Lestari dan Analis Keimigrasian Madya, Ismoyo. Pembahasan dimoderatori oleh Kepala Bagian Umum Kanwil Jawa Tengah, Ibu Mutia Farida.

Selain itu, narasumber juga menyampaikan berbagai hal terkait kedudukan, tugas dan fungsi, pola karir serta angka kredit bagi jabatan fungsional. Panitia juga menyediakan sesi tanya jawab. Kesempatan tersebut disambut antusias oleh peserta kegiatan. Pertanyaan yang disampaikan diantaranya adalah terkait beban sasaran kinerja pegawai (SKP) bagi jabatan Fungsional Analis Keimigrasian serta Pemeriksa Keimigrasian, juga terkait jenjang karier bagi jabatan fungsional yang merupakan jenjang karier baru di Direktorat Jenderal Imigrasi.