Setelah bertandang jauh ke Miri, Sragen beberapa hari sebelumnya, Kantor Imigrasi Kelas I TPI Surakarta menyambangi kompleks pendidikan Islam modern di dekat lokasi kantor. Pondok Pesantren Modern Assalam yang berjarak hanya 1 kilometer di selatan kantor yaitu di desa Pabelan, Kartasura menjadi tujuan sosialisasi “Immigration Goes to School” pada Jumat (3/5).

Sedikit berbeda dengan sosialisasi di SMK N 1 Miri sebelumnya, materi yang dipaparkan kepada 85 orang siswi Madrasah Aliyah di kompleks Ponpes Assalam ini hanya memaparkan pemahaman dasar keimigrasian serta layanan Paspor. Meskipun tidak lama, pemaparan oleh tim dari seksi Teknologi Informasi dan Komunikasi Keimigrasian (Tikim) yang dipimpin oleh Kepala Seksi (Kasi), Ramilah Hanum dan Kepala Sub Seksi (Kasubsi) Teknologi Informasi, Oky Syachputra ini diikuti dengan antusias. Seluruh peserta mengikuti sosialisasi yang diadakan di ruang pertemuan lantai 2 dengan penuh keseriusan maupun gelak tawa.

Antusasime ini juga tercermin dari banyaknya pertanyaan yang terpaksa dibatasi hanya 4 karena keterbatasan waktu. Seorang siswi atas nama Kusumaningtyas menyampaikan pertanyaan berkaitan dengan anak yang lahir dari perkawinan campuran apakah bisa mempunyai lebih dari satu kewarganegaraan dan sampai berapa tahun dapat mempunyai lebih dari 1 kewarganegaraan. Oleh Kasubsi Teknologi Informasi, dijawab bahwa seorang anak dapat berkewarganegaraan ganda hingga umur 18 tahun. Selanjutnya diberi waktu maksimal 3 tahun apabila tidak mengajukan kewarganegaraan Indonesia, maka akan otomatis menjadi warga negara asing.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *