Penerapan kebijakan bekerja dari rumah (WFH) selama masa tanggap darurat COVID-19 tidak menghalangi Kantor Imigrasi Kelas I TPI Surakarta menegakkan hukum keimigrasian. Pada Rabu (8/4), sebanyak 5 orang deteni dipindahkan dari ruang detensi Kantor Imigrasi Surakarta menuju Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Semarang. Kelima orang tersebut sebelumnya ditahan setelah Seksi Intelijen dan Penindakan Keimigrasian (Inteldakim) mendapat laporan dari Polsek Banjarsari bahwa pada hari Jumat (3/4) ada 5 (lima) orang WNA yang diamankan di Polsek Banjarsari karena meresahkan warga setempat.⁣⁣


⁣⁣
Setelah diperiksa, Kelima WNA tersebut Izin Tinggalnya telah berakhir masa berlakunya (overstay) lebih dari 60 (enam puluh) hari dari batas waktu Izin Tinggal yang diberikan. Selain itu, warga masyarakat sekitar rumah kontrakan ke-5 (lima) WNA tersebut tinggal merasa resah dengan keberadaan mereka dan takut akan adanya penyebaran COVID-19 karena para WNA tersebut sebelumnya telah berpergian dari Tangerang, Banten, yang merupakan salah satu daerah endemik COVID-19.⁣⁣


⁣⁣
Kelima WNA tersebut adalah FD (30) dan PS (31) yang keduanya adalah WN Pantai Gading, EBN (36) dan ENO (31) WN Nigeria, serta seorang WN Ghana berinisial GB (34). Kelima WNA tersebut terbukti melanggar pasal 75 UU no. 6 tahun 2011 tentang Keimigrasian dan ditempatkan di ruang detensi Kantor Imigrasi Kelas I TPI Surakarta untuk menunggu proses selanjutnya.⁣⁣


⁣⁣
Namun, untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan, kelimanya kemudian dipindahkan ke Rudenim Semarang yang memiliki fasilitas dan sumber daya lebih lengkap untuk menampung deteni dalam jumlah banyak. Pemindahan dikawal oleh petugas seksi Inteldakim yang dipimpin Kepala Sub Seksi Intelijen, Lucky Budi D. Dalam penyerahan ini, seluruh barang bawaan deteni diperiksa terlebih dahulu oleh petugas Rudenim untuk memastikan tidak ada barang terlarang yang dibawa ke dalam ruang detensi.⁣⁣


⁣⁣

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *