Pengawasan orang asing sebagai salah satu fungsi keimigrasian dalam penegakan hukum memang menjadi “leading sector” dari Imigrasi Indonesia. Namun dalam pelaksanaannya, Imigrasi tidak dapat bekerja sendiri. Butuh sinergi dan kerja sama dari instansi daerah baik vertikal maupun horizontal agar pelaksanaan pengawasan bisa berjalan menyeluruh dan mendalam.

Hal inilah yang mendasari Kantor Imigrasi Kelas I TPI Surakarta menyelenggarakan Rapat Tim Pengawasan Orang Asing (TIMPORA) di salah satu wilayah kerjanya yaitu Kabupaten Klaten. Rapat dilangsungkan di Hotel Tjokro, Klaten pada Kamis (12/3) dan dimulai pada pukul 09.30 WIB. 93 orang perwakilan instansi terkait mulai dari Pemerintah Daerah, Kepolisian, dan TNI mulai dari level Kabupaten hingga Kecamatan hadir dalam acara ini.

Kabupaten Klaten sendiri memiliki jumlah orang asing yang signifikan berkat hadirnya investasi asing maupun kawasan wisata di daerah ini. Dalam rapat ini, disajikan juga jumlah tenaga kerja asing pemegang izin tinggal terbatas sejumlah 62 orang yang tersebar di 17 perusahaan.

Acara dibuka oleh Kepala Kantor, Said Ismail yang juga memberikan paparan terkait keimigrasian dan kebijakan terkait isu terkini misalnya COVID-19 yang ditanggulangi dengan Permenkumham 7/2020 yang berisi ketentuan memasuki RI dan larangan bagi WN sejumlah negara. Rapat kemudian dilanjutkan dengan rapat berisi diskusi selama 2 sesi dan dipandu oleh Kepala Seksi Intelijen dan Penindakan Keimigrasian, Agung Nugroho.

Dalam sesi diskusi, Imigrasi mendapatkan banyak saran dan masukan agar pengawasan orang asing dapat berjalan semakin maksimal. Selepas acara, Kepala Kantor juga mendapatkan pertanyaan terkait masalah pengawasan dari sejumlah wartawan yang meliput acara ini.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *