Di tengah cuaca mendung pada Jumat (31/1) siang, Kantor Imigrasi Kelas I TPI Surakarta menerima belasan orang yang tergabung dalam MARTABAT (Masyarakat Pecinta Bendera Tauhid). Kedatangan mereka diterima oleh Kepala Kantor, Said Ismail beserta sejumlah pejabat struktural di Ruang Sekretariat ZI WBK. ⁣
Tujuan kedatangan MARTABAT adalah beraudiensi dengan pimpinan Kantor Imigrasi terkait pencegahan dan pengawasan orang asing selama merebaknya wabah Coronavirus. ⁣

Untuk membuka audiensi, Kepala Kantor Said Ismail menyampaikan bahwa wewenang mencegah penyebaran virus bukan di imigrasi, terkait pencegahan penyakit ada di Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP). Sementara itu dari perwakilan MARTABAT, Endro, menyampaikan bahwa awalnya audiensi akan dilakukan dengan pihak pengelola bandara, namun karena beberapa hal, audiensi menjadi di Imigrasi. Meskipun begitu, ternyata pihak pengelola bandara tidak menghadirkan perwakilan di audiensi ini. ⁣

Perwakilan lainnya yaitu Ketua LUIS (Laskar Umat Islam Surakarta) Edi Lukito, menyampaikan bahwa kelompoknya berniat audiensi dengan pihak-pihak terkait penerbangan internasional tapi belum terlaksana, sebelum akhirnya bisa terwujud dengan Imigrasi. Pihak LUIS juga mengharap semua pihak terkait orang asing memperketat pengawasannya. ⁣

Menjawab pertanyaan yang muncul, Kepala Sub Seksi Pemeriksaan Keimigrasian, Della Lucky, menyatakan bahwa penerbangan Citilink Solo-Kunming bersifat charter, penumpang berangkat dan pulang dengan jumlah yang sama persis. ⁣

Pengawasan bersama KKP juga sudah ketat dengan mekanisme yang sudah berjalan baik. ⁣
Dalam penutup audiensi, MARTABAT kembali meminta kejelasan sikap terkait penanganan pencegahan orang asing terutama WN Tiongkok dan membacakan 10 poin tuntutan serta menyerahkannya kepada Kepala Kantor.⁣

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *