View this post on Instagram

Reposted from @kanimsurakarta ⁣ ⁣ Selamat sore, Sahabat Mido! ⁣ ⁣ Kembali bersama #MingguThrowback, kali ini Mido akan kembali menginformasikan salah satu aspek yang sering ditemukan pelanggarannya dan bersifat cukup fatal.⁣ ⁣ Sahabat Mido, kami sudah sering sekali menemukan pemohon paspor yang tidak berintegritas, artinya, apa yang diutarakan dengan kenyataan yang ada ternyata berbeda. Dari yang masih umum seperti berkata paspornya untuk wisata namun setelah ditelusuri lebih jauh ternyata terungkap ada niatan bekerja hingga yang fatal seperti pemalsuan nama atau tanggal lahir dan bahkan dipalsukan dokumen persyaratannya.⁣ ⁣ Sahabat Mido, tahukah kalian bahwa pelanggaran seperti ini sudah diatur unsur pidananya? Dalam Undang-undang nomor 6 tahun 2011 tentang Keimigrasian pada pasal 126 poin C, setiap orang yang dengan sengaja memberikan data yang tidak sah atau keterangan yang tidak benar untuk memperoleh Dokumen Perjalanan Republik Indonesia bagi dirinya sendiri atau orang lain dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan pidana denda paling banyak Rp500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah). ⁣ ⁣ Jadi, untuk menghidari hal-hal yang tidak diinginkan, mari berintegritas dengan memberikan keterangan dan data yang benar sesuai kenyataan ya Sahabat Mido!⁣ ⁣ #kanimsurakarta⁣ #imigrasiindonesia⁣ #kemenkumham⁣ #kemenkumhamjtg⁣ #kotasolo⁣ #paspor – #regrann ⁣ #ZIWBK⁣ #ASNKiniBeda⁣ #PasporMudah

A post shared by Kantor Imigrasi Surakarta (@kanimsurakarta) on

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *