Imigrasi Surakarta Edukasi Pelajar SMK Jogonalan tentang Keimigrasian dan Pencegahan TPPO
Klaten — Kantor Imigrasi Kelas I TPI Surakarta melaksanakan kegiatan Sosialisasi Keimigrasian di SMK Negeri 1 Jogonalan Klaten pada Rabu (20/5/2026). Kegiatan yang berlangsung di Aula SMK Negeri 1 Jogonalan tersebut diikuti oleh para siswa dan guru sebagai bagian dari upaya peningkatan pemahaman generasi muda mengenai keimigrasian serta pencegahan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).
Kegiatan diawali dengan sambutan Kepala Sekolah SMK Negeri 1 Jogonalan Klaten, Tuti Mariah, yang menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan sosialisasi kepada para siswa. Acara kemudian dibuka oleh Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Surakarta yang diwakili Kepala Seksi Teknologi Informasi dan Komunikasi Keimigrasian, Komarudin. Dalam sambutannya disampaikan pentingnya pemahaman prosedur keimigrasian yang benar, khususnya bagi pelajar yang memiliki rencana bekerja, melanjutkan pendidikan, maupun bepergian ke luar negeri.
Materi sosialisasi disampaikan oleh Analis Keimigrasian Ahli Pertama, Ponco Kusuma Wardani, terkait tugas dan fungsi keimigrasian, dokumen perjalanan, dan layanan paspor. Selanjutnya, Analis Keimigrasian Ahli Pertama, Wakhid Aprizal Maruf, memaparkan materi mengenai TPPO, mulai dari modus perekrutan ilegal hingga bahaya bekerja ke luar negeri secara nonprosedural. Para peserta juga diberikan pemahaman mengenai langkah-langkah pencegahan agar tidak menjadi korban perdagangan orang.
Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Surakarta, Bisri, menyampaikan bahwa edukasi kepada pelajar menjadi langkah penting dalam membangun kesadaran hukum sejak dini. “Generasi muda perlu memahami pentingnya prosedur keimigrasian yang benar serta mengenali risiko TPPO agar tidak mudah terjebak tawaran bekerja ke luar negeri secara ilegal. Edukasi seperti ini merupakan bagian dari komitmen imigrasi untuk rakyat yang terus digaungkan oleh Hendarsam Marantoko selaku Direktur Jenderal Imigrasi,” ujarnya.
Kegiatan berlangsung interaktif melalui sesi tanya jawab dan kuis yang diikuti antusias oleh para siswa. Melalui sosialisasi ini, diharapkan para pelajar semakin memahami pentingnya tertib keimigrasian sekaligus meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi tindak pidana perdagangan orang.







Leave a Reply
Want to join the discussion?Feel free to contribute!