Boyolali – Dalam rangka mendekatkan pelayanan keimigrasian kepada masyarakat, Kantor Imigrasi Kelas I TPI Surakarta kembali menghadirkan layanan Paspor Minggu Ceria (PASPORIA) pada kegiatan Car Free Day Boyolali, Minggu (12/7/2026). Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 06.00 hingga 09.00 WIB ini mendapat antusiasme masyarakat yang ingin mengurus paspor tanpa harus datang ke kantor imigrasi pada hari kerja.
Melalui inovasi PASPORIA, masyarakat dapat mengajukan permohonan paspor baru maupun penggantian paspor karena habis masa berlaku, halaman penuh, serta penggantian jenis paspor. Seluruh pemohon telah melakukan pendaftaran terlebih dahulu melalui aplikasi M-Paspor sehingga proses pelayanan dapat berjalan dengan cepat, tertib, dan efisien.
Sebanyak 12 permohonan paspor berhasil dilayani selama kegiatan berlangsung. Seluruh proses pelayanan berjalan lancar dan selesai sesuai jadwal pada pukul 09.00 WIB.
Pelaksanaan PASPORIA merupakan tindak lanjut arahan Direktur Jenderal Imigrasi Hendarsam Marantoko untuk terus menghadirkan inovasi pelayanan publik yang semakin mudah dijangkau masyarakat. Melalui layanan jemput bola seperti ini, Dirjen Imigrasi mendorong setiap satuan kerja agar mampu memberikan pelayanan yang prima, adaptif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Surakarta menyampaikan bahwa inovasi PASPORIA menjadi salah satu upaya mendekatkan layanan keimigrasian kepada masyarakat di wilayah kerja Kantor Imigrasi Surakarta. Kehadiran layanan di ruang publik diharapkan dapat memberikan kemudahan bagi masyarakat yang memiliki keterbatasan waktu untuk mengurus paspor pada hari kerja.
Kantor Imigrasi Kelas I TPI Surakarta berkomitmen untuk terus menghadirkan inovasi pelayanan yang mudah diakses, profesional, dan memberikan pengalaman pelayanan terbaik sebagai wujud nyata Imigrasi untuk Rakyat.
ISO KERJO Imigrasi Solo Kreatif, Edukatif, Ramah, Jujur, Obyektif
https://surakarta.imigrasi.go.id/wp-content/uploads/2026/07/WhatsApp-Image-2026-07-13-at-14.24.23.jpg12011600Humashttps://surakarta.imigrasi.go.id/wp-content/uploads/2025/08/Header-Logo-Kanim.pngHumas2026-07-13 14:34:332026-07-13 14:34:44Imigrasi Surakarta Hadirkan Layanan PASPORIA di Car Free Day Boyolali
BOYOLALI – Kantor Imigrasi Kelas I TPI Surakarta telah menuntaskan pelayanan keimigrasian terhadap seluruh jemaah haji Jawa Tengah pada masa kepulangan haji Tahun 1447 Hijriah/2026 Masehi.
Rangkaian kepulangan jemaah haji Jawa Tengah ditutup dengan kedatangan kelompok terbang terakhir, yakni Kloter 81, pada Selasa, 30 Juni 2026. Sebanyak 357 jemaah dan 16 kru pesawat tiba dengan selamat di Bandara Adi Soemarmo pada pukul 17.06 WIB menggunakan pesawat Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan GA 4417.
Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Surakarta, Bisri, menyampaikan rasa syukur atas kelancaran seluruh rangkaian pelayanan keimigrasian kepada jemaah haji, baik pada masa keberangkatan maupun kepulangan.
“Alhamdulillah, jemaah haji terakhir Jawa Tengah yang tergabung dalam Kloter 81 telah pulang dengan selamat dan tiba kembali di Tanah Air. Kami dari Imigrasi senantiasa berkomitmen memberikan pelayanan yang prima, cepat, dan efisien kepada seluruh jemaah. Semoga seluruh jemaah memperoleh predikat haji yang mabrur,” ujar Bisri.
Pada masa keberangkatan, jemaah haji Jawa Tengah juga telah memperoleh kemudahan pelayanan melalui fasilitas Fast Track Makkah Route. Fasilitas tersebut merupakan hasil kerja sama antara Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Kerajaan Arab Saudi untuk memberikan kemudahan proses pemeriksaan keimigrasian kepada jemaah haji asal Indonesia.
Melalui fasilitas Makkah Route, proses pemeriksaan keimigrasian Arab Saudi dapat dilaksanakan sejak jemaah masih berada di Indonesia. Dengan demikian, jemaah dapat menjalani proses kedatangan di Arab Saudi secara lebih cepat, mudah, dan efisien.
Secara keseluruhan, sebanyak 28.978 jemaah haji dari berbagai kabupaten dan kota di Jawa Tengah dan 1347 kru pesawat telah mendapatkan pelayanan keimigrasian dari Kantor Imigrasi Kelas I TPI Surakarta selama rangkaian kepulangan haji Tahun 2026. Adapun pada masa keberangkatan sebanyak 29039 calon jamaah haji dengan kru sebanyak 1337 diberangkatkan dari Embarkasi Solo.
Pelayanan tersebut menjadi bentuk komitmen Kantor Imigrasi Kelas I TPI Surakarta dalam mendukung kelancaran penyelenggaraan ibadah haji serta menghadirkan pelayanan keimigrasian yang profesional, humanis, dan berorientasi kepada masyarakat.
Komitmen ini juga sejalan dengan semangat Direktorat Jenderal Imigrasi di bawah kepemimpinan Direktur Jenderal Imigrasi Hendarsam Marantoko untuk terus menghadirkan pelayanan keimigrasian yang mudah, cepat, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Imigrasi untuk Rakyat
ISO KERJO — Imigrasi Solo Kreatif, Edukatif, Ramah, Jujur, Obyektif
https://surakarta.imigrasi.go.id/wp-content/uploads/2026/07/WhatsApp-Image-2026-07-01-at-14.57.58.jpg10661600Humashttps://surakarta.imigrasi.go.id/wp-content/uploads/2025/08/Header-Logo-Kanim.pngHumas2026-07-01 15:09:022026-07-01 15:09:13Imigrasi Surakarta Tuntaskan Pelayanan Kepulangan 81 Kloter Jemaah Haji Jawa Tengah
JAKARTA — Imigrasi menggandeng Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara Institut Teknologi Bandung (FTMD ITB) dalam menginisiasi “Pagar Digital” guna pengawasan keimigrasian di perbatasan. Hal ini dijelaskan Direktur Jenderal Imigrasi, Hendarsam Marantoko usai rapat pembahasan bersama perwakilan ITB pada Selasa, (30/06/2026) di Gedung Direktorat Jenderal Imigrasi.
“Berawal dari keprihatinan dan rasa penasaran saya waktu menghadiri di Eksibisi Pertahanan di Singapura beberapa bulan lalu. Di situ saya lihat ada berbagai macam teknologi canggih untuk pengamanan perbatasan dan lainnya. Tapi kok ternyata tidak ada buatan anak bangsa. Padahal SDM kita di dalam negeri punya daya saing yang cukup tinggi untuk menghasilkan kualitas produk yang setara,” tutur Hendarsam.
“Dari situlah saya terpikirkan untuk mencoba menggandeng kampus terbaik di indonesia di bidang teknologi, untuk menginisiasi “Pagar Digital”, sistem pengamanan perbatasan dengan menggunakan drone. Kita ini punya 3.111 km wilayah perbatasan darat yang sangat luas dan rawan perlintasan ilegal,” lanjutnya.
Lebih lanjut Hendarsam menambahkan “Dari jumlah tersebut (3.111 km), hanya tersedia 18 PLBN (Pos Lintas Batas Negara) dan 38 Pos Lintas Batas (PLB) di Kalimantan, Papua dan Nusa Tenggara Timur. Itupun ada tiga PLBN yang belum aktif dan hanya 7 Pos Lintas Batas yang memang ada perlintasannya. Sisanya masih belum aktif atau terkendala dengan Perjanjian Lintas Batas,”
Berdasarkan data perlintasan pada Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) Darat periode Januari hingga April 2026, volume pelintas resmi tercatat mencapai 679.867 orang. Namun demikian, tantangan sesungguhnya adalah mengawasi pelintas ilegal di jalur-jalur tikus di sepanjang garis perbatasan. Kondisi tersebut diperparah oleh keterbatasan infrastruktur digital, risiko keamanan personel di area konflik, serta tingginya kerentanan terhadap kejahatan lintas batas seperti Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO), penyelundupan manusia, dan penyelundupan komoditas.
“Pagar Digital ini kami prioritaskan pada wilayah darat di Kalimantan yang berbatasan dengan Malaysia, Papua yang berbatasan dengan Papua Nugini, dan Nusa Tenggara Timur yang berbatasan dengan Timor Leste. Sementara untuk wilayah laut, fokus diarahkan ke Kepulauan Riau, Batam, dan jalur-jalur penyeberangan sekitarnya,” papar Hendarsam.
Untuk itu, Imigrasi berencana mengoptimalkan teknologi drone hasil pengembangan ITB sejak 2019 yang diproduksi bersama PT Dirgantara Indonesia (PT DI). Drone ini dirancang untuk beroperasi nonstop 24 jam pada garis perbatasan dengan memanfaatkan pasokan daya dari panel surya (solar panel).
Sistem pengawasan udara ini akan mengombinasikan dua tipe drone yang bekerja dalam satu kesatuan, yaitu Drone HALE (High-Altitude Long-Endurance) yang dapat terbang konstan di ketinggian 1.000 meter selama 24 jam untuk melakukan pemantauan perimeter jarak jauh; serta Drone Mantis, yang berfungsi melakukan pendekatan taktis dan intersepsi visual jarak pendek begitu drone HALE mendeteksi pergerakan mencurigakan. Sebelumnya teknologi ini telah diimplementasikan di sektor agrikultur dengan hasil yang memuaskan.
“Pagar digital memang tidak secara fisik bisa menghentikan orang, tetapi memberikan kesadaran situasional (situational awareness) secara real-time. Saat drone mendeteksi pergerakan di blind spot perbatasan, sistem langsung mengirimkan koordinat ke pos imigrasi atau penjaga perbatasan terdekat. Langkah ini bisa memangkas waktu respons patroli konvensional secara drastis,” tambah Hendarsam yang menegaskan bahwa hal ini menjadi keunggulan dari sistem kolaborasi ini.
“Drone juga memperluas daya jangkau petugas kami. Mengingat luasnya wilayah pengawasan, keberadaan mata udara yang cepat dan fleksibel memberikan data awal yang akurat sebelum tim bergerak melakukan penindakan. Ini jauh lebih hemat dibandingkan harus mengoperasikan aset udara berawak,” papar Hendarsam.
Sebagai rencana jangka panjang, program Pagar Digital ini diproyeksikan menjadi fondasi utama dalam membangun kemandirian siber (cyber security) di lingkungan keimigrasian nasional.
“Kerjasama antara Imigrasi, ITB, dan PT DI adalah upaya kami untuk memastikan bahwa pengawasan kedaulatan negara tidak bergantung pada sistem asing. Dengan mengamankan jalur-jalur tidak resmi lewat teknologi siber dan patroli udara domestik, kita dapat meminimalkan celah bagi pelaku TPPO maupun pelintas ilegal, sekaligus mengaktualisasikan kemandirian teknologi nasional secara berkelanjutan,” tutupnya.
https://surakarta.imigrasi.go.id/wp-content/uploads/2026/07/WhatsApp-Image-2026-07-01-at-13.41.42.jpg11981600Humashttps://surakarta.imigrasi.go.id/wp-content/uploads/2025/08/Header-Logo-Kanim.pngHumas2026-07-01 14:21:542026-07-01 14:36:57Sinergi Imigrasi dan ITB Inisiasi “Pagar Digital” Patroli Drone untuk Pengawasan Perbatasan
SIEM REAP, KAMBOJA – Direktur Jenderal Imigrasi Indonesia, Hendarsam Marantoko, memaparkan tiga pilar strategi nasional keimigrasian dalam forum The29thASEAN Directors-General of Immigration Departments and Heads of Consular Affairs Divisions of the Ministries of Foreign Affairs (DGICM) yang berlangsung pada 23–25 Juni 2026 di Siem Reap, Kamboja. Strategi ini menitikberatkan pada penguatan pemeriksaan perbatasan, pengawasan warga negara asing (WNA), serta integrasi layanan digital.
“Penguatan pemeriksaan perbatasan, pengawasan warga negara asing (WNA), serta integrasi layanan digital menjadi tiga pilar yang menopang sistem keimigrasian Indonesia. Didukung dengan kolaborasi lintas instansi, kami telah mampu mendeteksi dini pelanggaran keimigrasian dan kejahatan transnasional, baik sebelum, saat, maupun setelah pemeriksaan dilakukan,” papar Hendarsam dalam paparan pembukaannya.
Lebih lanjut Hendarsam menjelaskan bahwa di sektor pengamanan perbatasan, Direktorat Jenderal Imigrasi mengoptimalkan analisis berbasis risiko melalui Passengers Analysis Unit (PAU) di Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) dan Immigration Traffic Monitoring Center (ITMC) di tingkat pusat.
Hendarsam juga menyebutkan efektivitas Aplikasi Pelaporan Orang Asing (APOA) yang terintegrasi dengan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) yang berkontribusi pada penangkapan 210 WNA terkait kasus penipuan investasi daring di Batam pada awal Mei 2026 sebagai upaya mencegah penyalahgunaan izin tinggal.
Di hari yang sama, Dirjen Imigrasi juga menghadiri pertemuan bilateral dengan Department of Home of Affairs (DHA) Australia.
“Saya hari ini berkesempatan berdialog dengan DHA Australia. Kebetulan momennya pas, kami usulkan agar untuk prosedur penerbitan Visa Kerja dan Liburan (Working Holiday Visa) untuk WNI, dapat secara proporsional dikelola oleh pemerintah Australia. Usulan kami adalah dengan Sistem Undian (Ballot System) yang lebih sesuai untuk menjamin aspek keadilan, transparansi, serta efisiensi dalam pengelolaan kuota pendaftar yang tinggi dari Indonesia,” papar Hendarsam.
Dalam tataran regional, Indonesia ditunjuk sebagai Voluntary Lead Shepherd (VLS) untuk isu Penyelundupan Manusia (PeopleSmuggling) dalam implementasi PlanofAction(PoA) DGICM. Sementara itu, area kerja sama regional lainnya dipimpin oleh Kamboja (Intelligence Data Sharing Protocol), Malaysia (Foreign Terrorist Fighters Movement), Singapura (Fraudulent Travel Documents), dan Brunei Darussalam (Consular Matters).
“Tantangan kejahatan lintas negara memerlukan penyelesaian yang terintegrasi. Melalui mandat Indonesia sebagai Lead Shepherd penanganan penyelundupan manusia, kami mendorong komitmen nyata seluruh anggota ASEAN untuk memperkuat pertukaran informasi intelijen dan penyelarasan teknologi demi kawasan yang lebih aman dan tangguh,” tutup Hendarsam.
https://surakarta.imigrasi.go.id/wp-content/uploads/2026/06/WhatsApp-Image-2026-06-24-at-18.28.25.jpg7201280Humashttps://surakarta.imigrasi.go.id/wp-content/uploads/2025/08/Header-Logo-Kanim.pngHumas2026-06-25 09:38:242026-06-25 09:38:35Dirjen Imigrasi Paparkan Tiga Pilar Nasional Penguatan Perbatasan Indonesia di Forum DGICM 2026
JAKARTA – Direktur Jenderal (Dirjen) Imigrasi, Hendarsam Marantoko melantik dua pejabat di lingkungan Direktorat Jenderal Imigrasi, yaitu Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Direktorat Jenderal Imigrasi Jawa Barat, Syahrioma Delavino dan Kepala Kantor Imigrasi Jakarta Barat, Rakha Sukma Purnama Senin (22/06/2026). Pelantikan kedua pejabat baru ini merupakan langkah penguatan tata kelola layanan keimigrasian, pasca dua pejabat yang sebelumnya mengisi posisi tersebut menjalani proses hukum di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Dirjen Imigrasi menyampaikan bahwa pelantikan ini merupakan bagian dari langkah konkret dalam merespons evaluasi internal.
“Pelantikan ini bukan sekadar rotasi jabatan, tetapi bagian dari upaya pembenahan. Kami memastikan bahwa proses hukum yang berjalan menjadi momentum untuk memperkuat integritas dan tata kelola organisasi,” ujar Hendarsam.
Hendarsam menegaskan, Direktorat Jenderal Imigrasi berkomitmen untuk menjadikan setiap dinamika sebagai pijakan untuk perbaikan yang berdampak langsung pada kualitas pelayanan publik.
Selain penguatan kepemimpinan, Ditjen Imigrasi juga telah menjalankan sejumlah langkah cepat (quick wins) sebagai bentuk respons nyata atas evaluasi yang dilakukan. Salah satu langkah utama adalah penyederhanaan proses bisnis layanan keimigrasian, khususnya dalam permohonan izin tinggal, guna meningkatkan efisiensi dan kemudahan bagi masyarakat serta pengguna layanan.
Di samping itu, berbagai upaya lain juga terus dilakukan, seperti penguatan pengawasan internal, percepatan tindak lanjut pengaduan masyarakat, peningkatan kontrol terhadap pelaksanaan tugas petugas di lapangan, serta penguatan integritas aparatur.
“Kami ingin memastikan bahwa masyarakat benar-benar merasakan perubahan. Pembenahan tidak boleh berhenti pada proses internal atau seremoni, tetapi harus tercermin dalam layanan yang semakin cepat, transparan, dan akuntabel,” lanjutnya.
Pelantikan ini juga mencakup sejumlah pejabat lainnya, antara lain Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi di berbagai wilayah seperti Banten, Kalimantan Timur, D.I. Yogyakarta, Sumatera Barat, Bangka Belitung, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Tenggara,
Maluku Utara, Bengkulu, dan Maluku, serta Kepala Rumah Detensi Imigrasi Pusat Tanjung Pinang.
Hendarsam menekankan bahwa transformasi kepemimpinan adalah upaya kolektif dalam membangun budaya kerja yang berintegritas dan profesional di seluruh jajaran.
“Kepercayaan publik adalah hal utama yang harus kita jaga. Oleh karena itu, setiap pejabat yang dilantik hari ini memiliki tanggung jawab besar untuk memastikan pelayanan keimigrasian berjalan dengan baik, bersih, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat,” pungkas Dirjen Imigrasi.
https://surakarta.imigrasi.go.id/wp-content/uploads/2026/06/WhatsApp-Image-2026-06-23-at-09.42.42-1.jpeg19182560Humashttps://surakarta.imigrasi.go.id/wp-content/uploads/2025/08/Header-Logo-Kanim.pngHumas2026-06-23 15:44:032026-06-23 15:44:14Dirjen Imigrasi Lantik Kakanwil Imigrasi Jabar dan Kepala Kantor Imigrasi Jakbar, Komitmen Perbaikan Menyeluruh
Sukoharjo — Kantor Imigrasi Kelas I TPI Surakarta menggelar Rapat Tim Pengawasan Orang Asing (Timpora) Kabupaten Sukoharjo pada Jumat (19/6/2026) di Hotel Tosan Solo Baru, Grogol, Sukoharjo. Kegiatan ini dihadiri oleh anggota Timpora yang terdiri dari unsur pemerintah daerah, TNI, Polri, kejaksaan, dan instansi terkait sebagai forum koordinasi dalam pengawasan keberadaan dan aktivitas warga negara asing (WNA) di wilayah Kabupaten Sukoharjo.
Sekretaris Timpora Kabupaten Sukoharjo sekaligus Kepala Seksi Intelijen dan Penindakan Keimigrasian Kantor Imigrasi Surakarta, Raden Vidiandra Adikoesoema, menyampaikan bahwa rapat Timpora bertujuan mempererat silaturahmi antaranggota, menyamakan persepsi terkait pengawasan keberadaan dan aktivitas orang asing, serta menjadi wadah diskusi berbagai isu aktual yang berkembang, khususnya terkait potensi pelanggaran hukum yang melibatkan warga negara asing.
Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Surakarta, Bisri, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kehadiran warga negara asing dapat memberikan kontribusi positif bagi pembangunan daerah melalui investasi, pendidikan, transfer pengetahuan, maupun sektor lainnya. Namun demikian, terdapat berbagai tantangan yang perlu diantisipasi, mulai dari penyalahgunaan izin tinggal, pelanggaran administrasi keimigrasian, hingga aktivitas kriminal yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat.
“Karena itu diperlukan koordinasi yang terintegrasi dan bergerak bersama dengan satu visi serta tujuan yang sama secara profesional dan akuntabel. Pengawasan orang asing bukan hanya menjadi tugas Imigrasi, tetapi membutuhkan kolaborasi seluruh anggota Timpora agar dapat berjalan efektif dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Hal ini sejalan dengan semangat imigrasi untuk rakyat yang terus digaungkan oleh Hendarsam Marantoko selaku Direktur Jenderal Imigrasi,” ujar Bisri.
Sebagai narasumber utama, Kepala Bidang Pengawasan dan Penindakan Keimigrasian Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Jawa Tengah, Agus Dwi Narmoko, menyampaikan berbagai isu aktual terkait pengawasan orang asing dan pelanggaran keimigrasian di wilayah Jawa Tengah. Dalam paparannya, disampaikan sejumlah tren pelanggaran yang masih ditemukan, seperti penyalahgunaan izin tinggal, overstay, penggunaan izin tinggal yang tidak sesuai peruntukannya, hingga keterlibatan warga negara asing dalam tindak kejahatan transnasional.
Agus Dwi Narmoko juga menyoroti beberapa kasus yang berhasil diungkap jajaran Imigrasi bersama aparat penegak hukum, termasuk kasus sindikat pig butchering transnasional yang beberapa waktu lalu berhasil diungkap melalui operasi gabungan di wilayah Solo Raya. Menurutnya, perkembangan modus pelanggaran yang semakin kompleks menuntut adanya pertukaran informasi dan koordinasi yang lebih intensif antaranggota Timpora.
“Pengawasan orang asing tidak dapat dilakukan oleh Imigrasi sendiri. Dibutuhkan kolaborasi seluruh anggota Timpora agar setiap potensi pelanggaran dapat dideteksi sejak dini dan ditindaklanjuti sesuai kewenangan masing-masing instansi,” jelasnya.
Melalui kegiatan ini, Timpora Kabupaten Sukoharjo diharapkan semakin memperkuat koordinasi dan pertukaran informasi antarinstansi sehingga pengawasan terhadap keberadaan dan aktivitas orang asing dapat dilakukan secara lebih efektif. Upaya tersebut sejalan dengan semangat imigrasi untuk rakyat yang terus digaungkan oleh Hendarsam Marantoko selaku Direktur Jenderal Imigrasi dalam rangka menjaga keamanan, ketertiban, dan kedaulatan negara.
https://surakarta.imigrasi.go.id/wp-content/uploads/2026/06/WhatsApp-Image-2026-06-19-at-13.51.59-1.jpg10691600Humashttps://surakarta.imigrasi.go.id/wp-content/uploads/2025/08/Header-Logo-Kanim.pngHumas2026-06-19 14:56:422026-06-19 14:56:52Timpora Sukoharjo Perkuat Sinergi Pengawasan Orang Asing di Wilayah Solo Raya
Karanganyar, 10 Juni 2026 — Kantor Imigrasi Kelas I TPI Surakarta melaksanakan kegiatan bakti sosial di Panti Asuhan Keluarga Yatim Muhammadiyah. Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Surakarta, Bisri, bersama para pejabat struktural sebagai bentuk kepedulian dan kebersamaan dengan masyarakat.
Dalam kegiatan tersebut, jajaran Imigrasi Surakarta menyalurkan bantuan kepada anak-anak panti asuhan serta menjalin silaturahmi dalam suasana yang hangat dan penuh kekeluargaan. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan manfaat sekaligus menjadi sarana untuk mempererat hubungan antara Imigrasi dan masyarakat.
Kepala Kantor Imigrasi Surakarta, Bisri, menyampaikan bahwa kegiatan bakti sosial merupakan wujud nyata kepedulian sosial yang terus ditanamkan kepada seluruh pegawai. Melalui semangat Imigrasi untuk Rakyat, Imigrasi Surakarta berkomitmen untuk tidak hanya memberikan pelayanan keimigrasian yang terbaik, tetapi juga hadir dan memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar.
https://surakarta.imigrasi.go.id/wp-content/uploads/2026/06/WhatsApp-Image-2026-06-11-at-08.56.36-2.jpg12011600Humashttps://surakarta.imigrasi.go.id/wp-content/uploads/2025/08/Header-Logo-Kanim.pngHumas2026-06-11 09:01:162026-06-11 09:01:37Imigrasi Surakarta Gelar Bakti Sosial di Panti Asuhan Keluarga Yatim Muhammadiyah
Klaten — Kantor Imigrasi Kelas I TPI Surakarta melaksanakan kegiatan Sosialisasi Keimigrasian di SMK Negeri 1 Jogonalan Klaten pada Rabu (20/5/2026). Kegiatan yang berlangsung di Aula SMK Negeri 1 Jogonalan tersebut diikuti oleh para siswa dan guru sebagai bagian dari upaya peningkatan pemahaman generasi muda mengenai keimigrasian serta pencegahan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).
Kegiatan diawali dengan sambutan Kepala Sekolah SMK Negeri 1 Jogonalan Klaten, Tuti Mariah, yang menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan sosialisasi kepada para siswa. Acara kemudian dibuka oleh Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Surakarta yang diwakili Kepala Seksi Teknologi Informasi dan Komunikasi Keimigrasian, Komarudin. Dalam sambutannya disampaikan pentingnya pemahaman prosedur keimigrasian yang benar, khususnya bagi pelajar yang memiliki rencana bekerja, melanjutkan pendidikan, maupun bepergian ke luar negeri.
Materi sosialisasi disampaikan oleh Analis Keimigrasian Ahli Pertama, Ponco Kusuma Wardani, terkait tugas dan fungsi keimigrasian, dokumen perjalanan, dan layanan paspor. Selanjutnya, Analis Keimigrasian Ahli Pertama, Wakhid Aprizal Maruf, memaparkan materi mengenai TPPO, mulai dari modus perekrutan ilegal hingga bahaya bekerja ke luar negeri secara nonprosedural. Para peserta juga diberikan pemahaman mengenai langkah-langkah pencegahan agar tidak menjadi korban perdagangan orang.
Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Surakarta, Bisri, menyampaikan bahwa edukasi kepada pelajar menjadi langkah penting dalam membangun kesadaran hukum sejak dini. “Generasi muda perlu memahami pentingnya prosedur keimigrasian yang benar serta mengenali risiko TPPO agar tidak mudah terjebak tawaran bekerja ke luar negeri secara ilegal. Edukasi seperti ini merupakan bagian dari komitmen imigrasi untuk rakyat yang terus digaungkan oleh Hendarsam Marantoko selaku Direktur Jenderal Imigrasi,” ujarnya.
Kegiatan berlangsung interaktif melalui sesi tanya jawab dan kuis yang diikuti antusias oleh para siswa. Melalui sosialisasi ini, diharapkan para pelajar semakin memahami pentingnya tertib keimigrasian sekaligus meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi tindak pidana perdagangan orang.
https://surakarta.imigrasi.go.id/wp-content/uploads/2026/05/WhatsApp-Image-2026-05-21-at-16.50.40-2.jpg10661600Humashttps://surakarta.imigrasi.go.id/wp-content/uploads/2025/08/Header-Logo-Kanim.pngHumas2026-05-25 09:07:032026-05-25 09:07:03Imigrasi Surakarta Edukasi Pelajar SMK Jogonalan tentang Keimigrasian dan Pencegahan TPPO
Sahabat Mido, fakta yang belum banyak orang tahu, bahwa ASN itu tidak semuanya adalah pegawai kantoran yang terikat dengan jam dan lokasi kerja yang tetap. Banyak dari kami yang bekerja di luar kantor dengan jam kerja yang bervariasi. Intinya, semua berperan dalam memberikan pelayanan publik yang maksimal demi mewujudkan visi Imigrasi untuk Rakyat
https://surakarta.imigrasi.go.id/wp-content/uploads/2026/05/WhatsApp-Image-2026-05-07-at-12.54.12.jpeg13501080Humas Kanim Surakartahttps://surakarta.imigrasi.go.id/wp-content/uploads/2025/08/Header-Logo-Kanim.pngHumas Kanim Surakarta2026-05-07 15:08:412026-05-07 15:08:41ASN Hanya Bertugas di Kantor? Tentu Tidak!
Dalam rangka mewujudkan pelayanan publik berkualitas, Kantor Imigrasi Kelas I TPI Surakarta secara rutin melaksanakan Survei Kepuasan Masyarakat dan Survei Persepsi Anti Korupsi setiap bulannya.
Terima kasih atas kepercayaan dan partisipasi Sahabat Mido ya!
Masukan dari Sahabat Mido akan terus menjadi bahan evaluasi kami untuk meningkatkan kualitas layanan keimigrasian demi mewujudkan visi Imigrasi untuk Rakyat.
https://surakarta.imigrasi.go.id/wp-content/uploads/2026/05/3.jpg13501080Humas Kanim Surakartahttps://surakarta.imigrasi.go.id/wp-content/uploads/2025/08/Header-Logo-Kanim.pngHumas Kanim Surakarta2026-05-04 15:17:372026-05-04 15:17:37Hasil Survei Kepuasan Masyarakat bulan April 2026