Imigrasi Surakarta Sosialisasikan Layanan Keimigrasian dan Pencegahan TPPO di SMK Batik 1 Surakarta
Surakarta — Kantor Imigrasi Kelas I TPI Surakarta menggelar Sosialisasi Keimigrasian dan Pencegahan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) di SMK Batik 1 Surakarta, Kamis (29/1/2026). Kegiatan yang berlangsung di Aula SMK Batik 1 Surakarta tersebut diikuti oleh siswa dan guru sebagai upaya meningkatkan pemahaman generasi muda terhadap layanan keimigrasian serta kewaspadaan terhadap TPPO.
Kepala Sekolah SMK Batik 1 Surakarta, Dr. Pris Pianto, S.Kom., M.Kom., menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, sosialisasi ini memberikan bekal penting bagi siswa agar memahami prosedur keimigrasian sekaligus mampu menghindari berbagai risiko, termasuk tindak pidana perdagangan orang.
“Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi siswa kami sebagai persiapan menghadapi peluang studi, kerja, maupun perjalanan ke luar negeri,” ujarnya.
Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Surakarta, Bisri, menyampaikan bahwa sosialisasi ini merupakan bagian dari komitmen Imigrasi Surakarta dalam memberikan edukasi keimigrasian secara langsung kepada masyarakat, khususnya kalangan pelajar.
“Pemahaman mengenai dokumen keimigrasian dan bahaya TPPO perlu ditanamkan sejak dini agar generasi muda tidak menjadi korban praktik ilegal,” kata Bisri.
Dalam kegiatan tersebut, Mochamad Irvan Efendi, Kepala Subseksi Teknologi Informasi Keimigrasian, menyampaikan paparan materi Layanan Keimigrasian. Materi meliputi fungsi keimigrasian, jenis-jenis paspor, tata cara pengurusan paspor, masa berlaku paspor, persyaratan permohonan paspor baru, pengurusan paspor hilang, biaya permohonan paspor Republik Indonesia, serta persiapan sebelum bepergian ke luar negeri. Paparan disampaikan secara interaktif dan diakhiri dengan sesi tanya jawab.
Selanjutnya, materi Pencegahan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) disampaikan oleh Raden Vidiandra Adikoesoema, Kepala Seksi Intelijen dan Penindakan Keimigrasian. Dalam paparannya, ia menjelaskan pengertian TPPO, berbagai modus yang kerap terjadi, serta upaya yang dilakukan Kantor Imigrasi Surakarta dalam pencegahan TPPO, khususnya melalui pengawasan keimigrasian dan edukasi masyarakat.
Selain itu, peserta juga mendapatkan pengenalan Politeknik Imigrasi (POLTEKIM) yang disampaikan oleh Leonard, alumni POLTEKIM Angkatan 2024. Materi mencakup sistem pendidikan dan pembinaan taruna, tahapan seleksi masuk POLTEKIM, kehidupan selama masa pendidikan, peraturan dan kedisiplinan, hingga prospek karier lulusan sebagai Aparatur Sipil Negara di lingkungan Direktorat Jenderal Imigrasi.
Melalui kegiatan ini, Kantor Imigrasi Kelas I TPI Surakarta berharap pemahaman keimigrasian di kalangan pelajar semakin meningkat serta tumbuh kesadaran akan pentingnya kesiapan administrasi keimigrasian dan kewaspadaan terhadap tindak pidana perdagangan orang.








Leave a Reply
Want to join the discussion?Feel free to contribute!